MAJALAH TOTA MAPIHA.COM Makassar sini kami Mahasiswa/I maupun
pelajar Dogiyai kami butu ruma permanen bukan kontrakan karena kami Mahasiswa/I
aslih Dogiyai yang ada di kota study Makassar ini tidur,bamgum , makan minum,
keluar, masuk dari dulu dikontrakan terus maka detik ini kami butu rumah permanen
bukan rumah kontrakan.
Sebab realitas yang sudah terjadi
dikalangan Mahasiswa/I maupun pelajar yang ada di setiap kota study Manado,
Jogja, Surabaya, dan yang lain sebagainya ada yang 34 kamar, ada yang 64 kamar da
nada yang 86 kamar sedangkan kami Mahasiswa/I maupun pelajar yang ada di kota
study Makassar sini memannya kami diluar dari Kabupaten Dogiyai.
Maka dengan itu, mahasiswa/I maupun
pelajar yang tidur, bangun, makan, minum, masuk, keluar kontrakan Dogiyai yang
ada di kota study Makassar kami ini dari Kabupaten Dogiyai maka dalam periode
ini harus ada rumah permanen satu buat kami Mahasiswa/I maupun pelajar aslih
Dogiyai yang ada di kota study Makassar butu rumah permanen bukan kontrakan,
kontrakan, dan kontrakan terus
Oleh karena itu, kami dari
Mahasaiswa/I maupun pelajar jumlanya 45 namun pelajar 17 sedangkan Mahasiswa/I yang
kulia di kota study Makassar 28 tetapi kontrakan yang sedang kami menginap itu
jumah kamar empat (4) sedangkan tamu dua
(2) maka kami biasa belajar pun ada yang diluar, ada yang dari dalam tetapi
banyak yang dari dalam maka pada saat kami belajar pun susa sebab konsentrasi
baku terganggu maka disitulah muncul keributan lalu kita semuanya rasa ingin
belajar itu terputus atau hilan.
Maka
rasa ingin belajar itu terputus atau hilan lansung ini faktornya adalah kami
Mahasiswa/I maupun pelajar yang ada di kota study Makassar belum memiliki rumah
permanen sendiri sebab kalau kita miliki rumah permanen khusus untuk
Mahasiswa/i maupun pelajar aslih Dogiyai yang ada di kota study Makassar itukan
pasti kamar banyak maka kita punya rasa ingin belajar ini akan muncul sebab kita
dapat kamar masing – masing.
Maka
dengan itu, kalau kita tidak ada rumah permanen laluh kontrak terus itu pasti
setiap tahun kami bayar uang untuk kontrak RP: 35.000.000.00 tiga puluh limah
juta lebih maka bilah perlu Bapak Bupati Kabupaten Dogiyai Yakubus Dumupa dan
Bapak Bupati Kabupaten Dogiyai Oskar Makai mohon targetkan dalam tahun ini juga
karena dulu tahun 2008 sampai Tahun yang menjabat sebagai Bupati dan Wakil
Bupati Kabupaten Dogiyai pasti dan pasti massaah untuk rumah permanen sudah
selesai
Namun
sekarang kami merasa bahwa uang – uang yang
dari dulu sampai saat ini yang perna kami kontrakan itu bisa belih rumah
permanen satu sebab setiap tahun uang –
uang yang kami kontrakan itu cukup rumayang atau cukup banyak maka dari untuk
periode ini kami dari kota study Makassar harus dan harus kami miliki rumah
permanen satu karena kami tidak mau kasih rugikan uang – uang yang ada
dikabupaten Dogiyai dan uang dikirim oleh orang tua kami masing – masing dari kampung.
Karena
selama ini problem yang perna terjadi dikota study Makassar sini kami
Mahasiswa/I senior yang mengorbangkan banyak demi untuk saya punya adik – adik yang
ada di kota study Makassar sini maka Bapak Bupati Kabupaten Dogiyai Yakubus
Dumupa dan Bapak Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai Oskar Makai tolong membeli
rumah permanen satu buat Kami aslih Dogiyai yang ada dikota study Makassar sini
sebab kalau satu (1) kali untuk selamanya.
Sebab
kami ini dari duluh rumah kontrakan terus sampai saat ini pada hal kami
Mahasiswa/I maupu pelajar orang aslih Dogiyai atau kami ini berasal dari
Kabupaten Dogiyai bukan kami ini Mahasiswa/I maupun pelajar yng diluar dari
kabupaten maka periode ini harus ada rumah permanen satu buat kami kota study
Makassar karena kami sangat ketinggalan
sekal.
Konseptor
opini yang diatas ini seorang Mahasiswa asal dari Kabupaten Dogiyai berkuliah
di Kampus Universitas Indonesia Timur
Makassar sini dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) jurusan
Administrasi Negara.
Biar
Anda Tau Anda Harus Baca
SEKIAN
DAN TERIMA KASIH ATAS MEMBACA
DAN MELAKUKANNYA
Konseptor :
Antonius
Utuma Boma Atau
:
Wisuda Dulu Baru Nikah

Posting Komentar